Lampung Barat , Juni 2026 boimin selaku Aktipis penggerak sosial mendesak DPRD Kabupaten Lampung Barat segera melakukan sidak ke lapangan menyikapi maraknya penjualan Pertalite eceran di warung yang menembus Rp15.000 per liter.
Padahal Harga Eceran Tertinggi [HET] Pertalite yang ditetapkan pemerintah hanya Rp10.000/liter. Selisih Rp5.000/liter dinilai sangat memberatkan masyarakat kecil.
“Ini bukan lagi soal langka, tapi soal penegakan hukum. Kalo warung aja berani jual Rp15rb, berarti ada kebocoran dari hulu. DPRD wajib panggil Pertamina Disperindag,” ujar Boimin dari POrsal
POrsal akan melayangkan surat resmi ke Ketua DPRD Lambar Komisi II. Bukti berupa foto struk/botol Pertalite harga Rp15rb sudah dilampirkan meminta aparat menelusuri dari SPBU/agen mana BBM itu berasal.
Warga berharap sidak segera dilakukan sebelum harga makin liar dan subsidi BBM tidak tepat sasaran.












