Kuantan Singingi – Manfaatkan lahan kebun sawit yang baru di tanam, Pemuda di kuansing ini Tanam melon Raih Omzet puluha juta.
Profesi petani sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, terutama kaum muda. Tak jarang pula bertani dipandang sebagai pekerjaan yang tak menghasilkan atau bahkan masih dianggap pekerjaan kelas bawah.
Namun, stigma-stigma tersebut rasanya tak berlaku saat tim media ini bertemu sosok petani milenial di Desa Petai Kecamatan singingi hilir, Kabupaten kuantan singingi, Riau, Zulkarnain (34).
dengan memanfaatkan lahan kebun sawit yang baru di tanam, zulkarnain menanam sekitar 1000 bibit melon dengan 3 varietas, Melon Kirani, Melon golden kinanti, dan Rok melon.
Dikatakan Zulkarnain, dengan modal yang terbatas, ia hanya bisa menanam Melon sebanyak 1.000 batang. Modal menanam keseluruhan, bibit serta pupuk
dan perawatan tanaman sekitar Rp 10 juta Rupiah, dengan taksiran keuntungan sekitar 30 juta dalam kurun waktu 56 hari atau sekitar dua bulan.
“kemaren modal awal kita hanya 10 juta, tanam 1.000 batang, kalo kisaran keuntungan 20an atau sekitar 30 juta lah”, pungkas nya
“Rok melon kita jual 20 ribu per kilo, Golden Kinanti 25 ribu per kilo, dan Melon Kirani 30 ribu per kilo”, sambung zul
Setelah masa panen ini, Zulkarnain berencana memperluas lahan budi daya melon nya dengan harapan meraih omzet lebih banyak lagi.












