Sentajo Raya, 10 Agustus 2024 – Ajang tahunan Pacu Jalur Kecamatan Sentajo Raya kembali berhasil menyedot perhatian ribuan penonton yang memadati Tribun Utama Gelanggang Pacu Jalur Tepian Datuk Simambang Sentajo. Acara penutupan yang berlangsung pada Sabtu sore ini menjadi semakin meriah dengan kehadiran Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI Achmad Saiful, yang secara resmi menutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Pacu Jalur, yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Kabupaten Kuantan Singingi, selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan dan kekompakan para atlet dayung, tetapi juga menjadi perwujudan budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk perwakilan dari Forkopimda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang mewakili Bupati, staf ahli, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Suasana sore itu begitu semarak, dengan teriakan semangat dan sorak sorai penonton yang memenuhi tribun utama. Semangat kebersamaan dan kompetisi terasa kental di udara, dengan para pendukung yang tak henti-hentinya memberikan semangat kepada tim-tim jalur yang berlaga. Gelanggang Tepian Datuk Simambang Sentajo menjadi saksi bisu dari persaingan sengit antar jalur yang berlomba untuk menjadi yang terbaik.
Dalam sambutan penutupnya, Danrem 031 Wirabima mengapresiasi semangat dan kerja keras para peserta serta panitia yang telah menggelar acara ini dengan sukses. Ia juga menekankan pentingnya melestarikan tradisi Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Selain itu, Danrem juga berpesan agar semangat sportivitas yang tercermin dalam setiap perlombaan dapat menjadi contoh bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Acara penutupan ini juga menjadi momen bersejarah bagi Kecamatan Sentajo Raya, karena tahun ini tercatat sebagai salah satu penyelenggaraan Pacu Jalur dengan jumlah peserta terbanyak. Peserta yang datang tidak hanya dari wilayah Kuantan Singingi, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Provinsi Riau, bahkan luar provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa Pacu Jalur tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai alat pemersatu dan penghubung budaya antar daerah.
Selain aspek kompetisi, Pacu Jalur juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Selama penyelenggaraan acara, para pedagang lokal merasakan peningkatan penjualan, terutama di sektor makanan, minuman, dan cenderamata. Ini menjadi bukti bahwa acara budaya seperti Pacu Jalur memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dengan berakhirnya Pacu Jalur Kecamatan Sentajo Raya tahun ini, harapan untuk penyelenggaraan yang lebih meriah di tahun-tahun mendatang semakin besar. Semangat juang dan kekompakan yang ditunjukkan oleh para peserta menjadi inspirasi bagi semua pihak yang terlibat. Tradisi Pacu Jalur ini akan terus hidup dan berkembang, membawa kebanggaan bagi masyarakat Kuantan Singingi dan menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kekayaan budaya Riau yang autentik.
Malam itu, Kecamatan Sentajo Raya tidak hanya merayakan akhir dari sebuah kompetisi, tetapi juga mengukuhkan Pacu Jalur sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya mereka. Dengan sorak-sorai yang masih menggema, acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir, dan menjadi pengingat bahwa tradisi dan kebersamaan selalu menjadi fondasi kuat bagi masyarakat.












