Bupati Kuantan Singingi Canangkan BBGRM 2024 di Desa Muara Tobek: Aksi Gotong Royong Diperkuat

Kuantan Singingi — Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi kembali meneguhkan komitmennya untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan melalui pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2024. Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu, 15 September 2024, di Desa Muara Tobek, Kecamatan Pucuk Rantau, dihadiri oleh Bupati Kuantan Singingi beserta jajaran pejabat daerah.

Para pejabat yang hadir termasuk Pejabat Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala OPD, Kabag, Camat, serta pejabat eselon III, seluruhnya turut berpartisipasi dalam acara yang dilaksanakan dalam suasana santai namun tetap bersemangat, dengan mengenakan pakaian olahraga.

Desa Muara Tobek dipilih sebagai lokasi pencanangan BBGRM tahun ini mengingat tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan desa yang melibatkan banyak elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan masyarakat setempat turut hadir untuk menyaksikan momentum penting ini.

BBGRM merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Dalam penyelenggaraan BBGRM, berbagai kegiatan yang melibatkan warga dilaksanakan, mulai dari kerja bakti massal, perbaikan sarana umum, hingga kegiatan sosial yang menekankan pada penguatan solidaritas antarwarga.

Desa Muara Tobek, yang terletak di wilayah Pucuk Rantau, merupakan salah satu desa yang aktif dalam mendukung program-program pembangunan berbasis masyarakat, sehingga dianggap layak menjadi lokus BBGRM tingkat kabupaten.

BBGRM 2024 di Kuantan Singingi tidak hanya sekadar menjadi simbolis dalam memperingati budaya gotong royong, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk merangkul masyarakat agar lebih berperan aktif dalam pembangunan daerah. Semangat gotong royong yang diusung diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor, baik fisik maupun sosial.

Seluruh komponen pemerintahan daerah, mulai dari OPD hingga kecamatan, dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan BBGRM, guna memastikan kegiatan ini benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.

BBGRM juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan partisipatif.

Melalui gotong royong, masyarakat diajak untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang aktif berkontribusi.

Nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan tolong-menolong yang terkandung dalam gotong royong menjadi dasar utama dalam program ini. Hal tersebut menjadi relevan di tengah perubahan sosial yang terjadi akibat arus modernisasi dan globalisasi, yang sering kali menyebabkan terkikisnya nilai-nilai kebersamaan di masyarakat.

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tahun ini juga berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan desa. Di Desa Muara Tobek, salah satu prioritas utama adalah upaya perbaikan lingkungan sekitar, seperti pembersihan saluran air dan rehabilitasi fasilitas umum.

Melalui kegiatan-kegiatan ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu, perbaikan infrastruktur desa juga menjadi agenda penting dalam BBGRM tahun ini, sejalan dengan program Pemkab Kuantan Singingi dalam mempercepat pembangunan di daerah-daerah terpencil.

Tidak hanya aspek fisik, BBGRM juga mengangkat aspek sosial dengan menyasar pemberdayaan masyarakat. Melalui gotong royong, masyarakat diajak untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada di lingkungannya, seperti pengelolaan sampah, pemeliharaan sarana publik, dan peningkatan kesehatan lingkungan. Semua ini dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga ibu-ibu PKK.

Pencanangan BBGRM di Desa Muara Tobek menjadi simbol keberlanjutan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai gotong royong yang selama ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat pedesaan, kini semakin diperkuat dengan adanya program-program pemerintah yang terintegrasi dalam pembangunan. Semangat kebersamaan yang diusung dalam kegiatan ini tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga kerukunan dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

Acara yang diakhiri dengan kegiatan olahraga bersama diharapkan menjadi pemicu semangat kebersamaan yang lebih kuat. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan, dengan BBGRM sebagai salah satu langkah nyata menuju terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. BBGRM 2024 menjadi bukti bahwa gotong royong masih relevan dan menjadi fondasi kuat dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat kuantan Singingi.

Penulis : Anisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *