PEKANBARU -Kalau kita Ingin aman hidup kita, keluarga kita, ingin selesai masalah masalah kehidupan kita di Dunia, ingin keluarga baik, anak, pekerjaan baik, usaha baik, ingin dapat rahmat dan hidayahNya, rezki dicukupkan oleh Allah SWT, apapun masalah kita di Dunia ini, satu satu jalan kita harus TAQWA sesuai dengan Firnan Allah, Allah akan memudahkn kesulitan kesulitan tetsebut dgn jalan berTAQWA, yang berarti kita meninggalkan larangan dan mengerjakn apa yang diperintah Allah SWT.
INGAT! belum bertaqwa seseorang yang melaksanakan “Habluminallah dengan baik, jika Habluminannas tidak baik.
Ketaqwaan dalam firman Allah berarti menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan menempatkan rasa takut serta cinta kepada Allah sebagai landasan hidup. Perintah untuk bertakwa muncul di banyak ayat Al-Qur’an, seperti pada QS. Al-Baqarah ayat 183 yang mewajibkan puasa agar manusia bertakwa, dan QS. Ali ‘Imran ayat 102 yang menyerukan untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya. Orang yang bertakwa akan mendapatkan janji Allah berupa kemudahan, rezeki tak terduga, dan kemampuan membedakan kebenaran.
Dizaman Rasullah ada seorang sahabat, ABU HASYIM, dia sangat rajin beribadah, sudah 20 thn melaksanakn Tahajut, tidak tinggal, tidak tidur sampai pagi dengan Zikir nya, pada suatu pagi beliau keluar Masjid jumpa dengan besar baju putih, lalu dia bertanya, Siapa kamu ?, org itu menjawab saya adala Malaikat Pencatat amal baik buruk manusia didunia, lalu Abu Hasyim ingin tahu amal nya dan memintak kepada Malaikat mencari dan membacakn amalnya ibadahnya, Lalu Malaikat bilang” tidak ada, NOL”, Abu Hasyim protes, saya selalu beramal dan Tahajut tiap malam dan amal lainnya, bertanya lagi kenapa ya Malaikat,? Malaikat betkata, kamu memang rajin ibadah, tetapi kamu tidak tahu keluarga kamu yang miskin yang perlu bantuan, dan berapa banyak, orang miskin sekitar kamu yang kamu tidak perduli sama sekali. Itulah sebabnya, walaupun Hablun Minallah kamu sangat baik, tetapi Hablum minannas kamu tidak baik itu hanya percuma. Maka itulah sebabnya nol amal baik mu.
Lalu, Abu Hasyim merontah, menangis dan bersujud kepada Allah SWT.
“Semoga ini menjadi pedoman dalam kehidupan kita dlm ber amal. Dan jangan lupa perbanyak do’a kita antara Asyar dan Magrib hari Jum’at. Semoga dikabulkn Allah
Aamiin, Saya silap dan Salah Mohon maaf.”Harap Asrin Hamzah mengakhiri tulisannyan












