
Breakingnewsnusantara.com, Sidoarjo — Untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang Program JKN, BPJS Kesehatan Sidoarjo menggelar media gathering, membahas strategi pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi melalui Prolanis.
BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo menggelar kegiatan media gathering bersama insan pers di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (17/12/2025), bertempat di Kantor BPJS Kesehatan Sidoarjo lantai 4. Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi dengan media sekaligus meningkatkan pemahaman publik terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Media gathering tersebut mengangkat tema “Pengelolaan Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).”
Prolanis merupakan program BPJS Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup peserta JKN yang menderita penyakit kronis melalui pelayanan kesehatan yang terintegrasi, proaktif, dan berkesinambungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Wenan Setyo Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo, Bapak Munaqib, yang berhalangan hadir karena agenda lain yang bersamaan.
“Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul pada kegiatan gathering ini. Sebelumnya mohon maaf, Bapak Munaqib selaku Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo berhalangan hadir karena bersamaan ada kegiatan. Kesibukan beliau juga luar biasa,” ujar Wenan.
Ia menegaskan, kegiatan media gathering menjadi sarana penting untuk menyampaikan informasi program BPJS Kesehatan kepada masyarakat secara benar melalui peran media.
“Beliau menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir di tengah-tengah kita semua. Namun yang utama, ada sesuatu yang penting kami lakukan, yakni menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait program BPJS Kesehatan melalui kegiatan ini,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu narasumber sekaligus pemateri, dr. Shinta Febrina Nasution, Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan, menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan terus memperkuat layanan promotif dan preventif dalam Program JKN.
“BPJS Kesehatan terus memperkuat layanan promotif dan preventif dalam Program JKN, salah satunya melalui skrining riwayat kesehatan yang wajib dilakukan peserta, khususnya Prolanis. Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efisien,” jelas dr. Shinta.
Ia menambahkan, peserta JKN dapat melakukan skrining kesehatan dengan mudah melalui Aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, kanal PANDAWA, maupun langsung di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sesuai dengan alur pelayanan yang telah ditetapkan.
“Bagi peserta yang teridentifikasi berisiko, BPJS Kesehatan menyediakan layanan lanjutan seperti pemeriksaan kesehatan tertentu hingga Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis, yang mencakup konsultasi kesehatan, pemeriksaan penunjang, edukasi, serta aktivitas fisik secara berkala,” ujarnya.
Menurut dr. Sinta, pendekatan promotif dan preventif menjadi kunci dalam menjaga kualitas hidup peserta JKN sekaligus menekan beban pembiayaan kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, kolaborasi dengan media dinilai sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. (Ldy)












