MALAYSIA — Kunjungan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan Universitas Riau ke Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, menjadi momentum istimewa dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya tradisi Randai Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Kegiatan kunjungan di gelar pada 04 November 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda akademik dan pengembangan wawasan pendidikan internasional, tetapi juga menjadi ruang diplomasi budaya yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia melalui seni tradisional.
Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Riau, Dr. Erlisnawati, M.Pd., menyampaikan bahwa pengenalan Randai Kuansing merupakan salah satu bagian dari program PKL yang dirancang untuk memperkenalkan identitas dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat akademik di Malaysia.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang ilmu pengetahuan dan pengembangan kompetensi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga, melestarikan, serta memperkenalkan warisan budaya bangsa kepada dunia internasional.
“Ini merupakan salah satu bagian dari program PKL Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Riau dalam memperkenalkan budaya Indonesia di negara Malaysia. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang patut dikenal di tingkat internasional,” ungkap Dr. Erlisnawati.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Drs. Daeng Ayub, M.Pd., Ph.D., dan Dr. Arza Aibonotika, M.Si., yang mendampingi rangkaian kegiatan kunjungan akademik mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan Universitas Riau.
Suasana kegiatan berlangsung meriah ketika penampilan Randai Kuansing diperagakan di hadapan pihak UPSI. Seni tradisional yang memadukan unsur cerita, musik, gerak, dan kebersamaan tersebut berhasil menghadirkan suasana hangat serta menarik perhatian para peserta.
Pihak UPSI tampak menikmati pertunjukan Randai Kuansing yang ditampilkan. Bahkan, suasana semakin semarak ketika sejumlah peserta turut berjoget bersama mengikuti irama musik tradisional yang mengiringi pertunjukan.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa seni dan budaya mampu melampaui batas geografis serta menjadi bahasa universal yang menyatukan masyarakat melalui kegembiraan dan kebersamaan.
Kunjungan PKL Pascasarjana Administrasi Pendidikan Universitas Riau ke UPSI Malaysia ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat semangat pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional.
Melalui pengenalan Randai Kuansing di lingkungan akademik internasional, Universitas Riau turut menegaskan bahwa budaya daerah bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan aset bangsa yang memiliki nilai edukasi, sosial, dan diplomasi budaya untuk diperkenalkan kepada dunia. Randai Kuansing Mendunia, Pendidikan Menjadi Jembatan Budaya.***












