KUANTAN SINGINGI – Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, menjadi perhatian wisatawan mancanegara setelah puluhan warga negara asing asal Belanda melakukan kunjungan napak tilas sejarah Perang Dunia II, Jumat (15/5/2026).
Sebanyak 29 wisatawan yang tergabung dalam grup SHBSS Belanda tiba di Desa Koto Baru sekitar pukul 14.45 WIB untuk melihat langsung bekas rel kereta api peninggalan masa Perang Dunia II yang dibangun pada era pendudukan Jepang.
Kunjungan tersebut difasilitasi oleh CV Tigo Balai Tour bersama tim pemandu wisata sejarah. Rombongan tampak serius menyimak penjelasan mengenai sejarah jalur kereta api yang dahulu menjadi bagian penting dalam masa perang di Pulau Sumatera.
Ketua Tim SHBSS Belanda, Eric Sininghe, mengatakan bahwa perjalanan tersebut memiliki makna emosional bagi rombongan karena berkaitan dengan sejarah keluarga mereka pada masa penjajahan Jepang.
“Kami datang untuk melihat langsung tempat-tempat bersejarah yang pernah berkaitan dengan keluarga kami pada masa perang. Perjalanan ini sangat menyentuh dan membuat kami terharu,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan ke Koto Baru bukan sekadar wisata biasa, tetapi bagian dari penghormatan terhadap sejarah dan mengenang para korban kerja paksa pada masa Perang Dunia II.
Direktur CV Tigo Balai Tour, Osvian Putra, menjelaskan bahwa SHBSS merupakan yayasan asal Belanda yang fokus pada pelestarian sejarah Rel Kereta Api Burma–Siam dan Rel Kereta Api Pekanbaru.
Ia menilai keberadaan situs sejarah di Desa Koto Baru memiliki nilai penting dan berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah internasional di Kabupaten Kuantan Singingi.
“Ini membuktikan bahwa sejarah yang ada di Kuansing memiliki daya tarik hingga ke luar negeri. Koto Baru memiliki potensi besar sebagai wisata sejarah,” katanya.
Suasana kunjungan berlangsung aman dan lancar. Kehadiran wisatawan mancanegara tersebut juga menarik perhatian masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan aktivitas rombongan di lokasi bekas rel kereta api tua tersebut.
Kunjungan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa jejak sejarah Perang Dunia II di Kabupaten Kuantan Singingi masih tersimpan dan terus dikenang hingga saat ini oleh masyarakat internasional.












