PEKANBARU– Anggota DPR RI, komisi XII Fraksi PKB, Iyeth Bustami, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap aspirasi masyarakat Riau. Dalam reses bulan Desember lalu, ia menerima berbagai keluhan dari masyarakat dan organisasi Keluarga Melayu Riau-Pertamina Hulu Rokan (Kemari-PHR), terkait permasalahan yang terjadi di tubuh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Hal itu disampaikan Iyeth Bustami dalam Rapat Dengar Pendapat, Senin 3 Februari di Jakarta.
Beberapa isu utama yang disampaikan Iyeth Bustami, antara lain adalah perbedaan perlakuan antara PT. Chevron sebagai pengelola sebelumnya dan PT. PHR saat ini. Masyarakat menilai bahwa di era Chevron, perhatian terhadap warga sekitar lebih baik dibandingkan kondisi sekarang. Selain itu, keluhan juga muncul terkait rekrutmen tenaga kerja lokal yang dinilai masih minim, sementara tenaga kerja dari luar daerah justru lebih banyak direkrut dengan kemudahan mendapatkan kartu identitas setempat yang baru sebagai siasat untuk pemenuhan sesuai yang diamanatkan regulasi.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh Iyeth Bustami dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Secara spontan, Menteri Bahlil merespons serius dan langsung mengajak Iyeth untuk mengunjungi Blok Rokan keesokan harinya, guna melihat langsung kondisi di lapangan.
*Kunjungan Kerja ke Blok Rokan dan Rapat Bersama Stakeholder*
Sesuai ajakan Menteri ESDM, Iyeth Bustami turut serta dalam kunjungan kerja tersebut. Ia mengikuti beberapa agenda penting, termasuk rapat bersama SKK Migas, PT Pertamina, dan berbagai stakeholder industri hulu migas nasional. Dalam rapat tersebut, berbagai kesepakatan dicapai, termasuk tindak lanjut terhadap aspirasi yang sebelumnya disampaikan dalam RDP.
Selain itu, Menteri Bahlil juga mengajak Iyeth untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pangkalan gas milik An. Yusmaniar di Jalan Tengku Bey, Simpang Tiga. Dalam sidak tersebut.
“Kami temukan bahwa harga gas LPG 3 kg dijual ke pengecer seharga Rp18.000 per tabung, ya! itu sesuai dengan ketentuan pemerintah”Ucap Bahlil singkat.
*Dorongan Peningkatan Tenaga Kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Lokal di PT PHR*
Setelah Sidak, atas inisiatif Iyeth Bustami, Menteri Bahlil juga bertemu dengan Pengurus dan jajaran KEMARI-PHR serta Sarbumusi. Dalam pertemuan tersebut, Menteri ESDM menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa tenaga kerja lokal Riau dapat menempati posisi yang ideal di PT PHR, sejalan dengan harapan masyarakat setempat.
Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil Riau 1, Iyeth Bustami berharap,”Kunjungan ini tentu kita harapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperbaiki kebijakan PT PHR, terutama dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar serta meningkatkan keterlibatan tenaga kerja lokal di Blok Rokan,”Ucap Istri dari Eka Sapta Nugraha, itu.
Editor: KRT












