Riau, – Taman Nasional Teso Nilo beberapa waktu lalu menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Riau karena satgas (PKH) Penertiban Kawasan Hutan menertibkan ribuan hektar lahan hutan yang dijadikan perkebunan kelapa sawit oleh warga negara yang sudah bertahun-tahun hidup dilahan hutan taman nasional teso nilo tersebut
Diki Syahputra aktivis muda Riau angkat bicara terkait penertiban kawasan hutan taman nasional teso nilo tersebut, Diki menyebut negara jangan terlalu keras terhadap warga negara
“Saya dan siapapun akan mendukung langkah satgas PKH dalam menertibkan ribuan hektar lahan hutan taman nasional teso nilo akan tetapi menurut saya lebih baik penertiban tersebut dengan cara yang baik dan saling mengedepankan kepentingan bersama, dalam hal ini adalah kepentingan negara dan warga negara” ucap Diki
“Saya berpendapat sebaiknya negara jangan hanya menertibkan lahan hutan taman nasional teso nilo saja tapi juga menertibkan warga negara yang ada di taman nasional teso nilo tersebut, negara sebaiknya jangan menyuruh mereka relokasi mandiri dan negara sebaiknya memfasilitasi mereka dan akan lebih bagus lagi apabila negara memberikan kompensasi agar mereka (masyarakat) di TNTN dengan suka rela melepaskan atau menumbang pohon kelapa sawit yang sudah mereka tanami di atas lahan hutan taman nasional teso nilo tersebut” Diki
“Saya sebagai warga negara dan masyarakat Riau berharap agar bapak presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara, memberikan kompensasi terhadap warga negara yang sudah terlanjur membuat kebun di TNTN agar mereka tidak merasa di zolimi dan pastinya mereka akan dengan suka rela menyerahkan kebun mereka untuk di tertibkan Satgas PKH” tutup Diki Syahputra
Beberapa waktu lalu ribuan masyarakat yang mengatas namakan masyarakat TNTN melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Riau dan hari ini publik di hebohkan dengan adanya gerakan masyarakat Toro Jaya menuju Jakarta (ibu kota negara)












