FORMISKUSI: Plt Gubri Harus Bijak, Jangan Jadikan ASN Korban Emosi Politik

 

Pekanbaru — Forum Mahasiswa Islam Kuantan Singingi (FORMISKUSI) menanggapi polemik terkait pernyataan Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto mengenai pemasangan portal elektrik (Barrier Gate) di Kantor Dinas Pendidikan Riau. Pernyataan Plt. Gubri yang menyudutkan Kepala Dinas Pendidikan Riau, **Erisman Yahya**, dinilai tidak proporsional dan merusak kultur birokrasi yang sehat.

 

**Pertama**, FORMISKUSI menegaskan bahwa proyek portal elektrik tersebut **bukan program baru**, melainkan **program lama** yang telah direncanakan sebelum Erisman Yahya menjabat sebagai Kadisdik Riau.

Erisman Yahya yang baru beberapa waktu menjabat justru sudah memberikan klarifikasi terbuka:

 

> *”Coba tanya PPK atau PPTK-nya. Itu program lama yang belum terwujud. Orang ini ingin menertibkan yang masuk agar tertata semua.”*

> — *Erisman Yahya, 14 November 2025*

 

Klarifikasi ini sangat jelas: proyek tersebut adalah bagian dari penertiban akses kantor yang sudah **masuk dalam perencanaan resmi** dan sedang ditindaklanjuti sesuai mekanisme.

 

**Kedua**, pernyataan Plt. Gubri yang menyebut *“kalau takut, mundur saja dari Kadis”* merupakan ucapan yang tidak pantas diucapkan pejabat setingkat kepala daerah. Alih-alih menunggu laporan atau melakukan tabayyun, Plt. Gubri justru mengeluarkan komentar yang bernada meremehkan dan berpotensi mempengaruhi objektivitas penilaian kinerja ASN.

 

**Ketiga**, FORMISKUSI mengingatkan bahwa Erisman Yahya baru menjabat sebagai Kadisdik. Karena itu, menyalahkan beliau atas program lama tanpa memahami konteks adalah tindakan yang terburu-buru dan tidak adil.

 

**Keempat**, gaya komunikasi emosional semacam ini sangat berbahaya bagi iklim birokrasi. ASN bekerja berdasarkan aturan, bukan ketakutan. Pemerintah provinsi seharusnya menguatkan etika komunikasi internal, bukan menciptakan tekanan politik di hadapan publik.

 

**Kelima**, FORMISKUSI meminta Plt. Gubri untuk tidak bersikap semena-mena dan berhenti melakukan framing terhadap pejabat yang bekerja berdasarkan prosedur. Kepemimpinan yang baik adalah yang mengayomi, bukan menghakimi.

 

Melalui rilis ini, FORMISKUSI menegaskan bahwa:

**kebenaran harus dihormati, klarifikasi harus dihargai, dan ASN tidak boleh dijadikan korban dari ketergesaan politik.** FORMISKUSI akan terus mengawal jalannya pemerintahan agar tetap transparan, beretika, dan memihak kepentingan rakyat.

 

**Bustanul Khairi**

Ketua Umum

Forum Mahasiswa Islam Kuantan Singingi (FORMISKUSI) Pekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *